spacer
Home  | Registrasi  | Database Perusahaan  | Webmail  | Forum  | Kontak
  spacer
spacer
Header Banner
spacer
spacer
spacer
Kegiatan
spacer
PROGRAM 2010
spacer
Left Bottom Banner 3
spacer
Gd. Permata Kuningan Lt.10
Jl.Kuningan Mulia Kav. 9C
Guntur - Setiabudi
Jakarta Selatan 12980
Telp. (021) 8378 0824
Fax. (021)8378 0746
sekretariat@apindo.or.id
spacer

Tentang Apindo

Pembuatan Web Database ini merupakan bentuk konkrit pelayanan APINDO kepada anggota dan masyarakat melalui penyediaan informasi terkini yang difokuskan pada Upaya Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Pengembangan Wanita Pengusaha (Women Entrepreneurs Development), Jender dan Urusan Sosial , Youth Employment, dan kegiatan  APINDO lainnya.
spacer
spacer
baru aja bikin
spacer
Right Top Banner 2
spacer
 
 
Artikel
spacer

KENAIKAN HARGA BBM - Alih Usaha Bisa Menimbulkan Berbagai Konflik Horizontal

Jakarta, Kompas - Menyiasati keadaan pascanaiknya harga bahan bakar minyak membuat sebagian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melakukan alih usaha. Apabila tidak disikapi dengan baik, hal itu akan menimbulkan berbagai konflik horizontal.

Hal itu dikemukakan pakar manajemen dari Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, dalam dialog interaktif ”Menggerakkan Usaha Kecil dan Menengah Pasca Kenaikan BBM” di Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM, Selasa (8/7) di Jakarta.

Rhenald mencontohkan, penjual gorengan yang menghadapi kenaikan harga bahan baku dan kenaikan harga minyak tanah memutuskan beralih profesi menjadi pedagang bensin. Dengan pelayanan yang lebih baik, pedagang lama di lokasi yang berdekatan merasa kehilangan pelanggan dan rugi.

”Konflik pun sulit dihindari. Mereka berkelahi. Saya dipanggil untuk mendamaikan persoalan kecil ini,” kata Rhenald.

Dari konflik itu, Rhenald menyimpulkan, pedagang mudah merasa terancam usahanya dan itu berarti juga terancam kehidupannya. Ancaman kemiskinan telah jadi momok yang menakutkan. ”Kemiskinan ini, jika tak diatasi dengan cepat dan tepat, maka konflik akan mudah merebak tak terkendali,” ujarnya.

Rhenald menuturkan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pascaera Presiden Soeharto berkembang bebas, seperti gerbong panjang tanpa lokomotif.

Di satu sisi, pemerintah cenderung mementingkan prosedur daripada hasil sehingga UKM dibebani berbagai perizinan. ”Semestinya ekonomi berbasis prosedur diubah jadi ekonomi berbasis hasil inovatif dan kreatif serta bernilai,” kata Rhenald.

Dampak serius kenaikan harga BBM terhadap UMKM diakui Dirjen Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian Fauzi Azis. Biaya produksi UMKM kini meningkat, sektor pangan, misalnya, biaya produksinya naik 9-17 persen.

Menurut ekonom BRI, Djoko Retnadi, memperkuat pendampingan terhadap UKM sangat dibutuhkan agar kredit perbankan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. (OSA)

 

 

 
 
spacer
spacer
spacer
spacer
Copyright @2006 APINDO
Best viewed using Internet Explorer (IE) versi 5.0 (above) or Mozilla Firefox Browser
Resotuion 1024 x 768
spacer
spacer